Makassar, EBS FM Unhas — Kuliah umum resmi digelar sebagai salah satu agenda utama PIMNAS ke-38 dengan mengusung tema “Kedaulatan AI untuk Membangun Indonesia 2045 dan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (26/7).
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, serta Miklos Sunario, Co-Founder dan CEO Futurity.
Pada sesi materi pertama, Haris Syahbuddin memaparkan berbagai tantangan yang tengah dihadapi sektor pertanian nasional, mulai dari perubahan iklim, potensi gagal panen yang dapat berujung pada krisis pangan, hingga pelemahan nilai tukar yang berpengaruh pada harga produk dan biaya produksi.
Ia juga menyoroti gejolak harga pangan global, persoalan distribusi, alih fungsi lahan, rendahnya adopsi teknologi, serta minimnya regenerasi petani.
Dalam paparannya, Haris menegaskan pentingnya modernisasi pertanian. Pemerintah, kata dia, mulai mendorong penggunaan varietas unggul, mekanisasi, Internet of Things (IoT), hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan pertanian. Ia juga menekankan strategi peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dengan penggunaan benih, air, pupuk, dan energi secara optimal serta efisien.
Lebih lanjut, Haris menjelaskan bahwa pengelolaan lahan kini dapat dilakukan melalui berbagai perangkat digital, seperti gawai, drone, dan sistem informasi pertanian modern. Transformasi ini diyakini akan menjadikan sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda, bernilai ekonomi tinggi, dan berdaya saing global.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, kontribusi pemuda dapat menghasilkan perubahan nyata, baik dalam perilaku, keterampilan, maupun peningkatan produktivitas.
Pada penutup materinya, Haris menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dukungan dari seluruh elemen bangsa sangat diperlukan.
“Kedaulatan pangan adalah proyek besar bangsa. Tidak bisa dikerjakan pemerintah saja, tidak bisa dikerjakan petani saja, tidak bisa dikerjakan kampus saja. Ini hanya akan berhasil jika dilakukan bersama pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan generasi muda,” tegasnya.
Muhammad Ghiyas Gaspah
