
Makassar, EBS FM Unhas — Hasanuddin Nursing Competition (HNC) 2025 resmi berakhir pada Minggu (23/11) melalui pertemuan penutupan yang dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta serta pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (BPH HIMIKA F. Kep Unhas).
Pelaksanaan HNC 2025 berlangsung selama tiga bulan dalam satu periode kepengurusan, dengan rangkaian kegiatan yang meliputi webinar kesehatan, tahap pendaftaran dan pengumpulan karya, proses penilaian, pengumuman finalis, technical meeting, presentasi karya, hingga pengumuman pemenang.
Kegiatan dibuka dengan webinar kesehatan yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Indriani Mulia, S.Kep., Ns., dan Dr. Suni Hariati, S.Kep., Ns., M.Kep. Webinar tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal dan menyatukan persepsi peserta terkait tema kompetisi yang diangkat tahun ini.
Ketua Panitia HNC 2025, Chelsea Louis Loraine Poluan mengatakan Tantangan utama panitia HNC 2025 adalah mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung daring selama hampir tiga bulan, mulai dari pendaftaran hingga final, di tengah kesibukan kuliah dan organisasi. Kendala jaringan dan perbedaan waktu juga membuat penyampaian informasi ke peserta dari berbagai daerah tidak selalu mulus. Untuk mengatasinya, panitia memperkuat komunikasi internal melalui rapat rutin, pembagian tugas yang jelas, simulasi teknis sebelum acara inti, serta layanan informasi yang responsif.
Ia juga menambahkan secara keseluruhan, HNC 2025 memberikan dampak besar bagi pengembangan kompetensi mahasiswa keperawatan melalui lomba esai, poster, dan video skill yang menuntut riset, analisis isu kesehatan aktual, khususnya pencegahan stunting serta penyusunan solusi inovatif. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi ilmiah, kegiatan ini juga memperluas jaringan dan pertukaran wawasan antar-mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.
Terakhir, ia berharap agar kegiatan ini terus menjadi ruang bagi mahasiswa keperawatan untuk berkembang, berpikir kritis, dan melahirkan gagasan bermanfaat. Pengalaman menyusun karya dan membangun relasi semoga menjadi bekal penting bagi perjalanan mereka ke depan. Ke depannya, saya juga berharap HNC dapat menjangkau lebih banyak universitas, termasuk dari luar negeri, agar kolaborasinya semakin luas. Selain itu, ia ingin suatu saat kegiatan ini dapat dilaksanakan secara luring atau hybrid di Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, sehingga interaksi antara peserta, juri, dan panitia bisa lebih optimal dan memberikan pengalaman yang lebih berkesan dibandingkan pelaksanaan daring.
“Saya berharap kegiatan HNC bisa terus menjadi wadah bagi mahasiswa keperawatan untuk berkembang, berpikir kritis, dan melahirkan ide-ide baru yang bermanfaat. Semoga pengalaman yang peserta dapat, mulai dari menyusun karya sampai membangun relasi, bisa menjadi modal penting untuk perjalanan mereka ke depannya,” ungkapnya.
Muhammad Ghiyas Gaspah
