
Makassar, EBS FM Unhas — Dialog Terbuka Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses digelar di Aula Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas pada Kamis (18/12). Kegiatan ini menghadirkan tiga calon rektor, yakni Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (peraih suara terbanyak), Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd, serta Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.Sos.I., MA.
Pada awalnya, dialog terbuka direncanakan berlangsung di Pelataran Rektorat Unhas. Namun, lokasi kegiatan kemudian dipindahkan ke Aula Arsjad Rasjid Lecture Theater. Perubahan lokasi ini sempat memicu dinamika, lantaran salah satu calon rektor, Prof. Jamaluddin Jompa, belum hadir di lokasi. Hal tersebut mendorong mahasiswa untuk kembali berkumpul di Pelataran Rektorat.
Situasi sempat memanas ketika para calon rektor bersikukuh untuk tetap melaksanakan dialog di dalam aula, sementara mahasiswa memilih bertahan di pelataran. Meski sempat terjadi konflik kecil, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk melanjutkan dialog terbuka di dalam aula.
Dalam dialog tersebut, masing-masing calon rektor memaparkan visi dan misi kepemimpinannya, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama mahasiswa. Sejumlah isu krusial menjadi sorotan mahasiswa, di antaranya kebijakan jam malam, minimnya konversi Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) bagi kegiatan lembaga kemahasiswaan, serta fasilitas kampus yang dinilai belum memadai meskipun Unhas mengklaim masuk dalam jajaran QS World Top 1000.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, ketiga calon rektor memberikan jawaban dan pandangan yang beragam, sesuai dengan perspektif dan latar belakang masing-masing.
Muhammad Ghiyas Gaspah
