
Makassar, EBS FM Unhas — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (23/1). Korban ke-10 sekaligus korban terakhir ditemukan sekitar pukul 09.16 Wita di area jurang dengan medan ekstrem dan sulit dijangkau.
Kepala Seksi Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Andi Sultan, menyampaikan bahwa proses pencarian membuahkan hasil pada pagi hari setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif di area jurang yang menjadi titik fokus operasi sejak hari-hari sebelumnya.
“Sekitar pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban ke-10 berhasil ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi,” ujarnya.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sebagian jenazah ditemukan saling berdekatan di sekitar titik jatuhnya pesawat, sementara lainnya berada di lokasi berbeda akibat kontur medan yang curam dan berbukit.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jalur udara serta teknik vertical rescue guna menjamin keselamatan personel Tim SAR Gabungan di lapangan. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, hingga relawan.
Dengan ditemukannya jenazah korban terakhir, operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 resmi dinyatakan selesai. Selanjutnya, fokus penanganan diarahkan pada proses pemulasaraan korban serta dukungan terhadap investigasi kecelakaan penerbangan oleh pihak berwenang.
Tim SAR Gabungan juga turut mengamankan sejumlah barang penting milik pesawat. Dengan ditemukannya seluruh korban dan barang-barang tersebut, operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 resmi ditutup dengan status sapu bersih pada hari ketujuh operasi SAR.
M. Rusyaid Ridho Rusli