
Makassar, EBS FM Unhas — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 Februari 2026. Penyesuaian ini membuat seluruh produk BBM non-subsidi Pertamina mengalami penurunan harga, mencakup Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Berdasarkan keterangan resmi Pertamina, penurunan harga BBM tersebut dilakukan dengan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 terkait formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan solar di SPBU.
Penyesuaian harga ini berlaku di seluruh SPBU milik Pertamina di Indonesia. Secara umum, penurunan harga BBM non-subsidi kali ini berada di kisaran Rp100 hingga Rp700 per liter. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tidak mengalami perubahan harga.
Sebagai gambaran, harga Pertamax turun dari Rp12.350 menjadi Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami penurunan dari Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter. Selain itu, harga Pertamax Green 95 turun cukup signifikan, begitu pula dengan produk solar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Rincian Harga BBM Pertamina per 1 Februari 2026:
• Pertalite: Rp10.000 per liter
• Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
• Pertamax: Rp11.800 per liter (turun dari Rp12.350)
• Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter (turun dari Rp13.150)
• Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter (turun dari Rp13.400)
• Dexlite: Rp13.250 per liter (turun dari Rp13.500)
• Pertamina Dex: Rp13.500 per liter (turun dari Rp13.600)
Fadiah Nadhilah Irhad
