
Makassar, EBS FM Unhas — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar aksi teatrikal jalanan bertajuk “Padamnya Nyawa di Tangan Pelindung” di Pintu 1 Unhas, Jumat (27/2). Kegiatan tersebut menjadi bentuk pernyataan sikap mahasiswa atas berbagai peristiwa hilangnya nyawa manusia dalam konteks kekuasaan dan penegakan keamanan. Pertunjukan yang digelar secara terbuka itu disaksikan oleh mahasiswa serta masyarakat di sekitar kampus.
Dalam pementasan tersebut, para pemain menghadirkan adegan-adegan simbolik yang merefleksikan isu kekerasan aparat terhadap warga sipil, tekanan ekonomi pendidikan, budaya senioritas di internal aparat, serta tindakan represif yang dinilai membatasi ruang demokrasi. Aksi berlangsung sekitar satu jam dan berjalan tertib. Pesan disampaikan melalui dialog dramatik, poster, dan ekspresi teatrikal tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi.
Ketua Umum UKM Teater Kampus Unhas, Muhammad Haikal Rama Putra, menyampaikan bahwa aksi tersebut lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap relasi antara kekuasaan, aparat, dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui medium seni pertunjukan di ruang publik, mereka berupaya membangun ruang refleksi bersama.
Secara edukatif, teatrikal jalanan menjadi sarana penyampaian aspirasi yang kreatif dan damai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan seni sebagai media literasi sosial guna meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya perlindungan hak asasi manusia serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Melalui pementasan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat semakin peka terhadap isu kekerasan dan turut mendorong terciptanya ruang demokrasi yang sehat, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas.
M. Rusyaid Ridho
