Makassar, EBS FM Unhas — Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Himahi Fisip Unhas) menggelar HI-Fest 2026 bertema “Access to Learn, Voice to Change” di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Sabtu (4/4). Kegiatan ini merupakan festival ilmiah yang menghadirkan ruang diskusi, seni, serta refleksi bersama bagi mahasiswa dan masyarakat umum, dengan tujuan membuka akses pengetahuan sekaligus mendorong kesadaran kritis terhadap isu pendidikan dan sosial.

“Pendidikan hari ini tidak lagi hanya soal belajar, tetapi juga berkaitan dengan sistem yang lebih luas. Melalui HI-Fest, kami ingin membuka ruang untuk mempertanyakan bagaimana pendidikan seharusnya berjalan saat ini. Kami juga percaya kesadaran tidak selalu datang dari hal yang besar; kadang ia justru muncul dari ruang-ruang sederhana seperti ini,” ujar Muh. Ghiyats Abid Khalifah, Ketua Panitia HI-Fest 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diisi oleh penampilan seni, sambutan dari sejumlah pihak, serta sesi talkshow yang menghadirkan dua narasumber. Talkshow ini membahas isu-isu pendidikan dan sosial secara komprehensif, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan penampilan tari empat etnis yang menampilkan keberagaman budaya sebagai bagian dari ekspresi kreatif mahasiswa.

Memasuki sesi siang hingga malam, HI-Fest 2026 menghadirkan berbagai agenda lanjutan, seperti sarasehan interaktif, pembuatan zine sebagai media ekspresi tulisan dan visual, serta diskusi buku yang membuka ruang pertukaran gagasan. Selain itu, terdapat pemaparan hasil riset mahasiswa yang memberikan wawasan akademik, serta penampilan seni dan hiburan seperti teater, live painting, hingga penampilan band dari UKH Perangai, Syur, dan Trupis yang semakin memeriahkan suasana kegiatan.

Dengan menggabungkan unsur seni dan refleksi kritis, HI-Fest 2026 diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif bagi generasi muda untuk menyuarakan ide, memperluas wawasan, serta mendorong perubahan positif dalam melihat dan merespons dinamika pendidikan dan sosial di masa kini.

Melani Pratiwi Palajukan