sumber: Polsek Tamalanrea

Makassar, EBS FM Unhas — Masyarakat di sekitar Universitas Hasanuddin (Unhas) digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria di belakang Gedung Teaching Industry, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (7/4). Korban diketahui bernama Firman, seorang pemulung yang berdomisili di Jalan Telkom Baru. Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan sekitar pukul 07.48 Wita, lalu dilaporkan ke pihak keamanan kampus. Informasi itu kemudian diteruskan ke kepolisian sekitar pukul 08.00 Wita. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban meninggal akibat tersengat listrik di area tersebut.

Kondisi jenazah saat ditemukan sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Hal ini menunjukkan korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Lokasi yang berada di area belakang gudang membuat keberadaan korban tidak segera diketahui oleh orang sekitar.

Dilansir dari IDN Times, Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa kematian korban diduga tidak terjadi dalam waktu dekat sebelum penemuan. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

“Korban diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu, sebab kondisi jenazah saat ditemukan sudah mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Penemuan jasad ini bermula saat seorang petugas kebersihan bernama Bahar (56) melintas di area tersebut. Ketika hendak buang air kecil, ia melihat bagian tubuh manusia dan langsung merasa curiga. Ia pun membatalkan niatnya dan segera melapor kepada atasannya. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak sekuriti kampus untuk dilakukan pengecekan awal.

Setelah memastikan temuan tersebut, sekuriti kampus langsung menghubungi kepolisian. Aparat Polsek Tamalanrea kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengamanan. Area kejadian dipasangi garis polisi agar tetap steril. Polisi juga berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti besi tua, karung, obeng, dan pisau. Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa korban sedang mengumpulkan barang bekas sebelum kejadian. Barang-barang tersebut diamankan sebagai bagian dari penyelidikan awal.

“Di lokasi kejadian, kami menemukan barang-barang milik korban berupa tumpukan besi tua, karung, obeng, serta pisau,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Inafis Polrestabes Makassar bersama tim Dokpol Polda Sulawesi Selatan melakukan olah TKP secara menyeluruh. Setelah proses selesai, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban serta alasan keberadaannya di area kampus tersebut.

Fadiah Nadhilah Irhad