Makassar, EBS FM Unhas — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) menggelar dialog publik pemaparan visi-misi bakal calon dekan periode 2026–2030 di Gedung IPTEKS Unhas, Kamis (16/4). Bakal calon nomor urut empat, Prof. Sukri, menegaskan kebijakan fakultas harus selaras dengan indikator kinerja utama (IKU) serta terintegrasi dengan kebijakan universitas, dengan mengacu pada visi Unhas berbasis Benua Maritim Indonesia.

Visi:
“Menjadi fakultas bertaraf internasional yang menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu sosial dan politik berbasis Benua Maritim Indonesia pada 2030.”

Misi:

  1. Melaksanakan sistem dan proses pembelajaran berbasis kurikulum komprehensif sesuai standar nasional dan internasional.
  2. Memajukan kerja sama dengan institusi pemerintah dan nonpemerintah di tingkat regional, nasional, dan internasional dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mendukung Kampus Berdampak.
  3. Menerapkan sistem alokasi anggaran berbasis kinerja secara proporsional dengan prinsip share responsibility antara fakultas dan program studi.
  4. Meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kolaboratif dan berdampak.
  5. Meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan sarana dan prasarana.
  6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.
  7. Meningkatkan daya saing lulusan melalui optimalisasi program yang relevan.

Prof. Sukri menekankan bahwa institusi pendidikan tidak dapat berhenti pada kondisi yang ada, melainkan harus terus berkembang dan beradaptasi. Ia menilai pengembangan institusi menjadi keharusan agar tetap relevan dan mampu memberikan dampak yang lebih luas.

Ia juga menegaskan pentingnya nilai dasar sebagai pijakan bersama dalam menjalankan institusi. Nilai-nilai tersebut meliputi integritas, kebersamaan, etika, akuntabilitas, inovasi, dan profesionalisme.

“Tentu karena prinsipnya bersama, bersatu, berjaya itu adalah prinsip yang kita pegang bersama untuk memastikan institusi berjalan sesuai harapan serta memberikan kemanfaatan dan berdampak, baik secara internal maupun eksternal,” ujarnya.

Dalam implementasinya, ia merancang langkah strategis, antara lain penguatan sistem pembelajaran berbasis kurikulum komprehensif, penguatan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Kampus Berdampak, serta penerapan sistem anggaran berbasis kinerja yang proporsional. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utama.

Langkah lainnya mencakup penguatan sistem informasi dan sarana prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing lulusan, serta optimalisasi kegiatan kemahasiswaan. Seluruh program tersebut diharapkan berjalan secara terintegrasi untuk mencapai target institusi.

Ia menambahkan bahwa FISIP Unhas merupakan bagian dari universitas sekaligus memiliki keterikatan dengan alumni, sehingga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia berharap berbagai masukan dapat terus diberikan untuk menyempurnakan rencana kerja yang telah disusun.

Fadiah Nadhilah Irhad