Makassar, EBS FM Unhas — Yovie Widianto dalam sesi doorstop usai kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Kamis (23/4), menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor yang memiliki peran besar di masa depan. Ia menilai mahasiswa, khususnya di lingkungan kampus, memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi di bidang tersebut.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan kita semua. Dan saya tahu betul mahasiswa di Unhas punya bakat-bakat yang hebat untuk Indonesia,” ujarnya.
Menurut Yovie, potensi mahasiswa tidak hanya terbatas pada satu bidang, tetapi tersebar di berbagai sektor seperti musik, film, seni, hingga disiplin ilmu lainnya. Ia menekankan bahwa keberagaman keilmuan yang dimiliki mahasiswa justru menjadi kekuatan utama untuk menciptakan karya yang lebih luas dan berdampak.
“Bukan hanya di musik, di film, di art, juga di keilmuan lainnya. Keilmuan yang ada di sini bisa saling menunjang untuk melakukan kolaborasi antarfakultas dan melahirkan IP baru dari bakat-bakat yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarfakultas dapat menjadi langkah konkret dalam mengembangkan potensi tersebut. Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan dinilai dapat saling melengkapi, mulai dari aspek hukum, desain, produksi, hingga pemasaran dalam menciptakan sebuah karya kreatif.
Dengan kolaborasi tersebut, Yovie berharap mahasiswa tidak hanya berhenti pada penguasaan teori di bangku kuliah. Ia mendorong agar mahasiswa mampu mengembangkan potensi menjadi karya nyata, bahkan menjadi peluang usaha di sektor ekonomi kreatif.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai penggerak atau pelaku ekonomi kreatif di masa depan. Menurutnya, dengan memanfaatkan kemampuan dan bidang yang ditekuni, mahasiswa tidak hanya mampu berkembang secara pribadi, tetapi juga berkontribusi secara ekonomi.
Fadiah Nadhilah Irhad
