
Makassar, EBS FM Unhas — Marine Science Diving Club Universitas Hasanuddin (MSDC Unhas) resmi menggelar pelepasan Tim Ekspedisi Walrus Abu-Abu Jilid III sebagai tanda dimulainya kegiatan ekspedisi ilmiah mahasiswa di wilayah pulau terluar Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/4) di Makassar dan dihadiri oleh tim ekspedisi, panitia, serta pihak-pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Pembina Kemahasiswaan Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin sebagai bentuk kesiapan tim dalam menjalankan misi eksplorasi dan pengabdian di lapangan. Ekspedisi ini diselenggarakan oleh MSDC Unhas sebagai upaya kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ilmu kelautan serta konservasi ekosistem pesisir dan laut.
Adapun lokasi utama kegiatan akan berlangsung di Pulau Sadapur, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, yang dinilai masih minim data ilmiah terkait kondisi ekosistem lautnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya penelitian guna memperkaya data dan informasi ilmiah di wilayah tersebut.
Ketua MSDC Unhas, Nur Ikhlasul Amal, dalam pesannya menyampaikan semangat kepada seluruh tim untuk menjalankan ekspedisi dengan penuh tanggung jawab dan rasa bangga. Ia menekankan bahwa perjalanan ini bukan sekadar kegiatan lapangan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memberi dampak nyata.
“Jaga kekompakan, saling menguatkan, dan tetap utamakan keselamatan. Ini bukan hanya tentang sampai di lokasi, tetapi bagaimana kita pulang dengan membawa cerita, pengalaman, dan kontribusi,” pesannya.
Selain penelitian, tim ekspedisi juga akan melaksanakan program edukasi melalui kegiatan “MSDC Goes to School” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat pesisir. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Adapun rangkaian ekspedisi akan berlangsung pada 22 April hingga 5 Mei 2026, yang diawali dengan perjalanan dari Makassar menuju Pulau Sailus, kemudian ke Pulau Satanger sebagai basecamp, dan dilanjutkan ke Pulau Sadapur sebagai lokasi utama penelitian.
Fadiah Nadhilah Irhad
