Makassar, EBS FM Unhas — Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Leader’s Talk bertema “Dari Kampus ke Industri: Menutup Gap Skill Generasi Muda”, Senin (27/4). Kegiatan ini berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre dan menghadirkan Arsjad Rasjid, selaku Founder & Chairman Sriwijaya Capital Management sebagai pembicara utama. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi inspiratif bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan industri saat ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Rektor Unhas. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unhas dan PT Masmindo Dwi Area. Penandatanganan tersebut dilakukan bersama Direktur Utama PT Masmindo Dwi Area, Trisakti Simanjuntak.

Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bertajuk “Ruang Inspirasi” bersama Arsjad Rasjid. Dalam sesi ini, ia menekankan bahwa industri saat ini tidak hanya mencari individu yang sekadar mengetahui sesuatu, tetapi mereka yang mampu menjalankan. Menurutnya, kesenjangan keterampilan (skill gap) dapat dijembatani melalui kesiapan mental dan pengalaman nyata.

“Industri tidak mencari yang tahu, industri mencari orang yang bisa menjalankan. Mulai dari kampus, komunitas, atau UMKM sekitar. Tidak harus langsung besar, tetapi harus mulai. Arah memberi tujuan, skill memberi bekal, tetapi inisiasi yang memberi dampak,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Arsjad Rasjid memperkenalkan konsep AKI sebagai panduan bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia industri, yaitu A (Arah) untuk menentukan minat dan menemukan solusi atas permasalahan, K (Kuasai) dengan membangun keterampilan dan portofolio melalui magang, riset, serta proyek nyata, dan I (Inisiasi) dengan berani memulai dari hal kecil, seperti membantu UMKM atau bisnis sekitar.

Ia menegaskan bahwa langkah kecil yang konsisten dapat memberikan dampak signifikan serta membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Menutup sesi tersebut, Arsjad Rasjid menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa Unhas. Ia menilai bahwa potensi sumber daya alam yang kuat di Sulawesi Selatan harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

“Jika Sulawesi Selatan punya sumber daya yang kuat, maka Unhas punya talenta yang kuat,” pungkasnya.

Nabila Sri Rahayu