Makassar, EBS FM Unhas — Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) FMIPA Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program Sosialisasi Penerapan Kimia Lingkungan (SPARKLING) 2026 di Pulau Badi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu–Minggu (18–19/4). Program ini mengangkat tema “Pemanfaatan Air Laut di Pulau Badi: Mengenal Kekayaan Alam untuk Kemandirian Ekonomi”. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir tentang pengolahan air laut menjadi garam berkualitas tinggi melalui metode sederhana dan ramah lingkungan.
Program SPARKLING 2026 merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang berfokus pada penerapan ilmu kimia lingkungan secara praktis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan solusi berbasis sains untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Materi yang disampaikan mencakup proses produksi garam, mulai dari pengambilan air laut, penyaringan, penguapan, hingga pembentukan kristal garam yang bersih. Metode yang digunakan mengandalkan filtrasi fisik tanpa bahan kimia berbahaya sehingga aman bagi lingkungan dan kesehatan. Pendekatan ini dinilai mudah diterapkan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana.
Kegiatan ini menyasar masyarakat Pulau Badi, khususnya nelayan dan keluarga pesisir. Mereka dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha pengolahan garam sebagai sumber pendapatan tambahan. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini.
Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam Pulau Badi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sektor perikanan, sehingga diperlukan diversifikasi usaha. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan produk bernilai ekonomi dari sumber daya yang tersedia.
Proses pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan garam. Alat filtrasi yang digunakan dibuat dari bahan sederhana, seperti botol bekas, kerikil, arang aktif, pasir halus, serta kapas atau zeolit. Metode ini menekankan prinsip ramah lingkungan, biaya rendah, serta kemudahan penerapan di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, HMK FMIPA Unhas menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program SPARKLING 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Badi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial melalui pendekatan ilmiah.
Fadiah Nadhilah Irhad
