Makassar, EBS FM Unhas — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (28/4), sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kehadiran SPPG merupakan wujud komitmen nyata kampus dalam mendukung implementasi program tersebut.

“Hari ini saya merasa sangat terhormat. Ini menjadi contoh komitmen riil kampus dalam memperkuat program MBG dan membuktikan bahwa program ini sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai ekosistem akademik di Unhas. Keterlibatan tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari Program Studi Gizi, kedokteran, hingga bidang pertanian dan teknik.

SPPG juga berperan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa. Program ini dimanfaatkan oleh mahasiswa, khususnya pada Program Studi S1 Gizi dan bidang kesehatan lainnya. Selain itu, SPPG diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, termasuk ibu hamil dan kelompok rentan.

Dari sisi pengembangan ekonomi, SPPG membuka peluang kolaborasi dengan sektor agribisnis, peternakan, dan perikanan. Produk-produk dari fakultas terkait dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rantai pasok. Hal ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha rintisan atau startup.

Keterlibatan Fakultas Teknik diharapkan mampu menghadirkan inovasi teknologi, termasuk sistem pengolahan dan pencucian yang higienis serta ramah lingkungan. Dengan demikian, SPPG juga berfungsi sebagai ruang pengembangan teknologi terapan.

Ia menilai bahwa program ini memberikan banyak peluang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi secara lebih luas. Melalui SPPG, kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga pengabdian dan inovasi. Hal ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini akan menjadi penyemangat bagi civitas academica untuk mengembangkan inovasi, ilmu pengetahuan, dan pengabdian secara lebih baik lagi,” pungkasnya.

Fadiah Nadhilah Irhad