Makassar, EBS FM Unhas — Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam, kembali bertambah menjadi 16 orang hingga Rabu (29/4). Penambahan korban terjadi setelah satu pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.
Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa korban terbaru bernama Mia Citra (25). Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Kami turut berduka dan berbelasungkawa atas meninggalnya penumpang atas nama Mia Citra di RSUD Bekasi,” ujar Karina.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan total korban dalam insiden tersebut mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi bervariasi.
“Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi akibat gangguan pada sebuah kendaraan di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang menyebabkan KRL terhenti di jalur rel. Dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama menabrak rangkaian KRL dari belakang, sehingga menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia dan kemungkinan gangguan sistem komunikasi operasional. Polisi juga akan memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk pengemudi kendaraan yang terjebak di rel serta masinis dari kedua kereta, guna memastikan faktor penyebab insiden tersebut.
Fadiah Nadhilah Irhad
