Makassar, EBS FM Unhas — Anies Baswedan hadir di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin sebagai penguji eksternal dalam ujian promosi doktor pada Senin (4/5). Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya menilai disertasi peserta ujian, tetapi juga menyampaikan pesan reflektif kepada mahasiswa agar pemahaman hukum tidak berhenti pada teori, melainkan diterapkan secara nyata untuk merespons dan memperbaiki berbagai persoalan dalam sistem hukum Indonesia.
Dalam proses ujian, Anies memberikan penilaian sekaligus pandangan kritis terhadap disertasi yang dipresentasikan. Kehadirannya pun disambut antusias oleh sivitas akademika, termasuk mahasiswa S1 yang turut menyaksikan jalannya ujian promosi doktor.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memahami teori. Menurutnya, ilmu hukum harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata agar dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
“Mahasiswa hukum tentu memiliki pengetahuan mengenai hukum. Namun, jangan hanya mengetahui, melainkan harus mampu menerapkannya,” ujarnya.
Anies juga mengajak mahasiswa untuk peka terhadap kondisi hukum yang berkembang. Ia menilai realitas sosial perlu dijadikan bahan refleksi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam sistem hukum Indonesia.
“Coba dilihat situasi sekarang, teman-teman pasti tahu apa yang harus dikoreksi. Jangan menjadi penambah beban, jangan menjadi bagian yang mengeroposkan sistem hukum kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas dan kontribusi aktif generasi muda dalam memperkuat sistem hukum. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif.
“Jadilah bagian yang menguatkan sistem hukum dan mengembalikan keadilan itu,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa Fakultas Hukum Unhas untuk memperoleh perspektif langsung dari tokoh nasional, sekaligus memperkuat komitmen dalam menegakkan nilai-nilai keadilan di tengah dinamika hukum yang terus berkembang.
Nabila Fatimah Azzahrah
