Makassar, EBS FM Unhas — Career Center Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar program Kelas Karier dengan menghadirkan penyair dan penulis nasional, M. Aan Mansyur, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas pada Jumat (27/2) dan diikuti ratusan mahasiswa serta alumni yang antusias memperluas wawasan tentang peluang karier di bidang kreatif.

Kepala Career Center Unhas, Burhan Kadir, S.S., M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Aan Mansyur berbagi pengalaman sebagai alumni yang telah berkiprah di tingkat nasional. Ia berharap kehadiran sosok inspiratif tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri mengasah keterampilan, membangun personal branding, dan melihat dunia kreatif sebagai ruang profesional yang menjanjikan.

Dalam pemaparannya, Aan Mansyur menjelaskan bahwa puisi tidak hanya berhenti sebagai teks di atas kertas. Puisi bisa bergerak lebih jauh, berkolaborasi dengan musik, menjadi bagian dari narasi konseptual, hingga hadir dalam berbagai medium kreatif. Menurutnya, bekerja dengan kata-kata memang berangkat dari bahasa, tetapi potensinya dapat melampaui banyak batas.

Ia juga menyinggung tantangan industri kreatif di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin canggih. Meski teknologi mampu menghasilkan teks dengan cepat, penulis tetap perlu memperkuat dasar berbahasa. Kebiasaan membaca, memperkaya referensi, dan terus belajar menjadi kunci agar kualitas karya tetap terjaga.

Lebih lanjut, ia mengajak peserta melihat proses kreatif sebagai kerja kolektif. Di balik sebuah buku, ada banyak pihak yang terlibat dan saling mendukung agar karya benar-benar sampai ke tangan pembaca.

“Dulu saya selalu merasa bahwa menulis adalah kerja yang sepi, apalagi ada imajiner yang meromantisasi penyair sebagai sosok yang hanya duduk di dekat jendela dan melamun. Padahal, saya tidak mungkin sampai pada posisi sekarang tanpa melihat editor sebagai bagian penting dari proses yang sama, juga desainer, percetakan, hingga orang-orang yang bekerja di toko buku. Semua itu adalah bagian dari kerja kolektif yang membuat sebuah karya bisa benar-benar lahir dan sampai ke pembaca,” ungkap Aan Mansyur.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar proses kreatif, cara menjaga konsistensi karya, hingga strategi mempertahankan kualitas karya di tengah perubahan zaman. Di akhir kegiatan, banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk berbincang langsung dan meminta tanda tangan buku sebagai bentuk apresiasi.

Fadiah Nadhilah Irhad