Akademia Makassar
Massa aksi yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Makassar menggelar aksi dibawah jembatan Fly Over, Makassar, Jumat (21/5). Aksi yang memperingati 23 tahun Reformasi ini menuntut untuk Penyelamatan KPK, Cabut Omnibus Law, tuntaskan kasus pelanggaran HAM masa Lalu dan Hentikan Kriminalisasi Aktifis HAM.

Aksi tersebut sempat ricuh lalu terhenti, karena terjadi kesalahpahaman antara peserta aksi dengan ormas lain yang ada di tempat itu. Kericuhan disebabkan adanya pernyataan peserta aksi saat orasi menyebut referendum Papua, hingga menyulut emosi Pimpinan Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) naik ke mobil komando untuk menghentikan orasinya.

Dua peserta aksi berusaha diamankan aparat saat terjadi salah paham yang berujung kericuhan pada unjukrasa pelemahan KPK

Ormas tersebut tidak terima orasi tersebut, karena dianggap memprovokasi lalu menegaskan NKRI adalah harga mati. Kericuhan tersebut berlangsung cepat, namun aparat kepolisian yang berjaga-jagalangsung mengamankan seorang orator di pos polisi, agar suasana kembali kondusif.

(ebsfmunhas/Fur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *