Makassar, EBS FM Unhas — Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2026 di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya, Senin (9/3). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih mengenal Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan serta program Duta Bahasa.
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan memiliki beberapa tugas utama, yaitu melaksanakan internalisasi bahasa, perlindungan bahasa, pembinaan bahasa, serta kemitraan dan evaluasi. Dalam menjalankan tugas tersebut, Balai Bahasa turut menggandeng generasi muda, khususnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Pemilihan Duta Bahasa yang telah berlangsung kurang lebih selama 20 tahun. Dalam proses seleksi tersebut, peserta akan dibekali berbagai persiapan substansial sehingga dapat memahami lebih jauh mengenai Balai Bahasa dan peran kebahasaan di masyarakat. Hal ini juga dapat membuka peluang bagi peserta untuk berkarier di bidang bahasa, baik di Balai Bahasa maupun di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Selain itu, para peserta juga memperoleh pembekalan terkait kepribadian, soft skill, kemampuan komunikasi, serta sikap profesional yang dapat menjadi bekal dalam menapaki jenjang karier di masa depan.
Ketua Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Sunaryanto, M.A., mengatakan bahwa kebermanfaatan program Pemilihan Duta Bahasa tidak hanya dirasakan oleh Balai Bahasa, tetapi juga oleh para peserta atau finalis Duta Bahasa.
“Ketika terpilih menjadi Duta Bahasa, finalis akan tergabung dalam Ikatan Duta Bahasa Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dapat memperluas jejaring komunikasi serta hubungan profesional,” ujarnya.
Duta Bahasa merupakan representasi generasi muda dalam mempromosikan, mengembangkan, dan mengutamakan Trigatra Bangun Bahasa. Melalui keterlibatan anak muda, diharapkan dapat lahir ide-ide serta inovasi baru yang dapat mendukung tercapainya berbagai program kebahasaan yang dijalankan oleh Balai Bahasa.
Nabila Fatimah Azzahra
