
Makassar, EBS FM Unhas — Nadhif Basalamah menutup panggung Pagelaran Seni dan Budaya 2026 di Benteng Fort Rotterdam, Minggu (12/4), dengan penampilan yang memukau di tengah suasana meriah yang dipadati ribuan penonton. Dalam kesempatan tersebut, ia tampil mengenakan songkok recca, penutup kepala khas Bugis-Makassar yang menjadi salah satu identitas budaya Sulawesi Selatan, sehingga memperkuat nuansa lokal yang terasa di atas panggung sepanjang penampilan.
Penyanyi yang dikenal lewat lagu “Penjaga Hati” itu membawakan sejumlah lagu populernya, seperti “Sesuatu”, “Semoga Kau Bisa Maafkanku Beribu Kali”, “Tulis/Terapi”, “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”, hingga “Penjaga Hati”, yang disambut antusias oleh penonton. Riuh sorakan dan nyanyian bersama penonton semakin menghidupkan suasana, menjadikan penampilan tersebut terasa hangat dan penuh kedekatan.
Di sela-sela penampilannya, ia kemudian memperkenalkan para teman panggung yang selama ini berperan dalam proses kreatifnya sehingga penonton tidak hanya menikmati lagu, tetapi juga memahami cerita di balik karya yang dibawakan.
Kalinda disebut sebagai sosok yang menulis bagian lirik lagu “Bergema Sampai Selamanya”. Sementara itu, Marco, yang merupakan adik kelas sekaligus sahabatnya sejak SMA, turut berkontribusi melalui permainan gitar yang memberi nuansa khas pada lagu, termasuk pada beberapa bagian “Penjaga Hati”, sehingga aransemen yang dihasilkan terasa lebih hidup dan menyatu dengan pesan yang ingin disampaikan.
Perkenalan tersebut berlanjut dengan menyebut nama-nama lain yang turut terlibat dalam perjalanan bermusiknya, seperti Adityo, Jera, serta Eki Tri Putra. Mereka bersama-sama melengkapi proses produksi berbagai karya yang dinyanyikan malam itu.
Dalam momen tersebut, ia juga mengenang perjalanan awal mereka pada 2023 saat Tulus menggelar “Tur Manusia”. Saat itu, mereka pertama kali tampil di Makassar dengan respons penonton yang masih didominasi oleh mereka yang belum begitu mengenal karya-karyanya. Kini, kondisi tersebut berbanding terbalik, ketika lagu seperti “Penjaga Hati” telah semakin dikenal luas dan mendapat sambutan yang jauh lebih meriah.
“Aku mau bilang terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar yang telah membuat acara semeriah ini. Jangan lupa lestarikan budaya kita, teman-teman,” ujar Nadhif Basalamah.
Penampilan Nadhif Basalamah tersebut sekaligus menutup Pagelaran Seni dan Budaya 2026 dengan meriah dan penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Benteng Fort Rotterdam menunjukkan bahwa kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan pengalaman budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya daerah.
Fadiah Nadhilah Irhad
