Makassar, EBS FM Unhas — Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam sesi doorstop usai diskusi publik “BGN Goes to Campus” di Universitas Hasanuddin pada Selasa (5/5), menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendukung penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami ingin mengajak kampus bukan hanya sebagai laboratorium jika memiliki SPPG, tetapi benar-benar memahami dan dapat menjadi agen dalam menjelaskan seperti apa program MBG ini. Kami juga ingin mendapatkan masukan dari kampus mengenai bagaimana program MBG dapat dijalankan dengan benar,” ujar Nanik.

Ia menjelaskan bahwa melalui program “BGN Goes to Campus”, BGN mendorong kolaborasi yang lebih kuat dengan perguruan tinggi, tidak hanya pada pelaksanaan, tetapi juga edukasi dan pengembangan kebijakan. Kampus diharapkan menjadi pusat pengetahuan yang aktif menyosialisasikan pentingnya gizi kepada masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dinilai dapat memperluas edukasi gizi secara langsung di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak di sekolah. Ia juga menyoroti pembangunan SPPG di Unhas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi, tetapi juga sebagai laboratorium multidisipliner untuk mengkaji aspek gizi, dampak ekonomi, kesehatan lingkungan, hingga keamanan pangan.

Ia menekankan pentingnya standardisasi menu dan teknik pengolahan makanan agar kualitas gizi tetap terjaga melalui panduan yang jelas. Di sisi lain, Nanik mengapresiasi langkah Unhas dalam mengembangkan bahan baku, seperti produksi ayam, yang dinilai cukup besar untuk mendukung kebutuhan program, meski tetap perlu inovasi agar tidak memicu inflasi.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa SPPG merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus mendorong pengembangan riset yang relevan.

“Bagi kami, ini bukan bisnis, tetapi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk hadir memberikan solusi berbasis evidence-based science,” tegasnya.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara BGN dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program MBG, baik dari sisi kebijakan, edukasi, maupun penyediaan bahan baku, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Fadiah Nadhilah Irhad