Makassar, EBS FM Unhas — Career Center Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Career Talk bertajuk “From Internship to Global Leadership: Membangun Karier Hospitality Berkelas Dunia” di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Universitas Hasanuddin, Senin (29/6). Kegiatan ini menghadirkan Tato Heryanto, People Training and Quality Manager Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Tato Heryanto membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai pentingnya mempersiapkan diri untuk berkarier di industri hospitality, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa masa magang merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kompetensi diri.
Menurutnya, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan peserta magang. Pertama, mahasiswa tidak memanfaatkan kesempatan magang untuk belajar dan hanya menjalankan tugas secara formalitas. Kedua, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan kerja, termasuk rendahnya sikap hospitality dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Lebih lanjut, Tato menjelaskan bahwa perusahaan memiliki sejumlah pertimbangan dalam merekrut peserta magang menjadi staf tetap. Salah satu kriteria utama adalah attitude yang baik selama menjalani pekerjaan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika kerja yang positif.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki mahasiswa apabila ingin bersaing dan direkrut di dunia kerja, khususnya di industri hospitality yang memiliki lingkungan kerja internasional.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada mahasiswa yang bercita-cita menjadi pemimpin agar terus belajar dari setiap pengalaman yang dijalani.
“Setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, merupakan proses pembelajaran yang akan membentuk kualitas kepemimpinan seseorang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Career Center Unhas berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru mengenai dunia kerja, mempersiapkan diri menghadapi persaingan global, serta membangun karakter dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin pada masa depan.
Nabila Fatimah Azzahra