Akademia Makassar, Universitas Hasanuddin menyelenggarakan upacara Dies Natalis ke-65 tahun dengan mengusung tema “Memperkokoh Humanisme dan Championship di Era Normal Baru.” Proses upacara di gelar di Baruga AP. Pettarani serta live via zoom dan Youtube, Jumat (10/9).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA selaku Rektor Universitas Hasanuddin.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA melaporkan secara singkat upaya yang telah dilakukan selama setahun memasuki usia ke-65 tahun Universitas Hasanuddin yaitu pertama, pendidikan berkualitas internasional. Kedua, pameran produk inovasi. Ketiga, prestasi mahasiswa. Keempat, Gerakan Unhas Mengaji dan Shalat Berjamaah (GUMSB). Kelima, pemaparan terkait tata kelola Unhas yang responsif. Keenam, menjadikan unhas sebagai Universitas yang Humaniversity dan Communiversity. Ketujuh, Kemitraan strategis internasional. Kedelapan, pengembangan Unhas multi kampus.

“Terima kasih atas kerja keras kita semua, terutama pada Civitas Akademika sebagai satu kesatuan tim kerja. Jika ada yang kurang dalam kepemimpinan saya, marilah kita melakukan kritik mendalam secara internal dan secara bersama-sama mencari solusi. Harapan saya, Rektor Unhas yang baru akan membawa Unhas lebih maju dan berjaya,” Ujar Prof. Dr. Dwia

Orasi Ilmiah “Kecepatan dan Inovasi Dalam Pembangunan Infrastruktur PUPR” pada Dies Natalis ke-65 Universitas Hasanuddin disampaikan oleh DR. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

DR. Ir. M. Basuki Hadimuljono menjelaskan infrastruktur merupakan bagian dari peradaban yang hadir pada zamannya untuk mengatasi berbagai persoalan pada berbagai skala. Sekaligus menjawab tantangan masa depan untuk terus berinovasi dan memberi dampak pada kehidupan masyarakat.

“Selalu belajar mengikuti perkembangan zaman yang semakin dinamis, penuh tantangan dan persaingan agar dapat menjadi insan yang merupakan a part of solution bukan a part of problem,” Jelas DR. Ir. M. Basuki Hadimuljono.

(ebsfmunhas/Ummul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *