Makassar, EBS FM Unhas — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut hadir dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (28/4). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang sangat baik untuk peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, sekaligus menjadi langkah penting dalam penanganan persoalan gizi di daerah.
Menurutnya, program MBG memberikan dampak langsung terhadap penanganan masalah gizi di lapangan. Berdasarkan pengalamannya dalam intervensi stunting, ia menyebut persoalan utama masih berkaitan dengan pemenuhan makanan anak, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok yang akses gizinya belum optimal.
“Kalau kita lihat permasalahan paling susah itu semuanya kembali ke masalah makan. Di desa-desa dan pelosok, banyak anak yang gizinya belum terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.
Sejak program MBG berjalan, ia menilai telah terjadi perubahan positif di lapangan. Anak-anak menjadi lebih semangat saat makan bersama di sekolah dan mulai terbiasa dengan pola makan yang lebih teratur. Selain itu, program ini juga memberi dampak ekonomi bagi keluarga karena uang jajan anak dapat dialihkan untuk tabungan.
Ia juga menyebut bahwa pemenuhan makan anak dalam skala besar merupakan tantangan yang tidak sederhana, namun memberikan dampak luas bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah turut mendukung melalui penganggaran untuk pencegahan stunting di tingkat lokal.
“Di tengah pelaksanaan MBG, pasti ada hiruk pikuknya. Jadi ini bukan persoalan programnya yang bermasalah, tetapi lebih pada teknis di lapangan yang masih perlu kita pelajari bersama,” ujarnya.
Gubernur Sulsel turut menilai bahwa program MBG berdampak pada perputaran ekonomi daerah, terutama meningkatnya permintaan bahan pangan seperti sayur dan susu. Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas program tersebut yang dinilai berpihak pada pemenuhan hak anak-anak kurang mampu.
“Ada dua prinsip yang kita pegang, yaitu bagaimana kita melaksanakan pekerjaan ini untuk mendorong percepatan pembangunan masyarakat, sebagaimana manfaatnya sudah mulai dirasakan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat tantangan teknis, hal tersebut merupakan bagian dari proses yang perlu terus diperbaiki. Secara keseluruhan, ia menilai program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dari sisi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan sektor pangan.
Fadiah Nadhilah Irhad
