
Makassar, EBS FM Unhas — Indonesia akan resmi menjadi salah satu dari sembilan negara mitra organisasi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) mulai 1 Januari 2025. Kepastian ini disampaikan oleh ajudan kepresidenan Rusia, Yury Ushakov, Senin (23/12).
Selain Indonesia, delapan negara lainnya yang akan menyandang status serupa adalah Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, dan Uzbekistan.
Sebagai negara mitra, Indonesia dan negara lainnya akan memiliki hak untuk mengajukan proposal kerja sama kepada BRICS. Namun, hak ini tidak disertai kewenangan untuk ikut serta dalam persetujuan dokumen atau pemungutan suara. Proses pengajuan Indonesia dimulai sejak Oktober lalu, setelah Menteri Luar Negeri Sugiono dilantik.
Dalam KTT BRICS XVI di Kazan, Rusia, Sugiono hadir untuk memperkuat komitmen Indonesia terhadap kerja sama internasional ini, meskipun mendapat ancaman tarif dari mantan Presiden AS Donald Trump terkait langkah dedolarisasi yang dapat melemahkan dominasi dolar AS.
Ketertarikan Indonesia dan negara lain terhadap BRICS tidak terlepas dari visi organisasi ini untuk menciptakan dunia multipolar dan memperjuangkan kepentingan negara-negara Selatan Global dan Timur.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, BRICS dianggap sebagai kekuatan pemersatu yang mampu menantang dominasi geopolitik negara-negara Barat. Sementara itu, tantangan berupa tekanan diplomatik dari AS dan sekutunya justru memperkuat tekad Indonesia untuk tetap bergabung dan berkontribusi dalam agenda BRICS.
Gita Lestari