Makassar, EBS FM Unhas — Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) 2026 yang digelar di Hotel Four Points Makassar, Jumat–Minggu (1–3/5), sempat diwarnai dinamika internal berupa aksi walk out pada sidang pleno awal. Aksi tersebut dipimpin oleh perwakilan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) bersama sejumlah delegasi yang menilai jalannya sidang belum memberi ruang cukup bagi aspirasi peserta. Meski demikian, forum tetap berjalan hingga seluruh rangkaian agenda selesai dilaksanakan.

Kronologi bermula saat sidang pleno membahas tata tertib dan mekanisme pemilihan ketua umum. Sejumlah peserta mengajukan interupsi karena proses dinilai terlalu cepat. Ketika aspirasi tersebut tidak terakomodasi, puluhan peserta memilih keluar dari ruang sidang sebagai bentuk protes terhadap jalannya forum.

Ketua IKAFE, Hendra Noor Saleh, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kualitas forum. Ia menegaskan bahwa musyawarah besar seharusnya menjadi ruang diskusi terbuka, bukan sekadar formalitas. Menurutnya, aspirasi alumni perlu didengar agar organisasi memiliki arah yang kuat dan berdampak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Mubes, Muhammad Ramli Rahim, menyatakan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari proses organisasi.

“Perbedaan pendapat itu hal biasa. Setelah itu, peserta kembali mengikuti sidang pleno dan seluruh agenda tetap berjalan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak terjadi gangguan besar yang menghambat jalannya forum. Setelah proses dialog dan mediasi, peserta yang sempat walk out kembali mengikuti sidang hingga selesai. Agenda utama tetap berjalan dan forum berhasil menetapkan keputusan organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.

M. Rusyaid Ridho Rusli