
Makassar, EBS FM Unhas — Koalisi Makassar untuk Perjuangan Demokrasi (KOMPRESI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Tahanan Politik: Lawan Rezim Militerisme Perampas Hak Rakyat” di bawah Flyover Pettarani, Senin (20/10).
Salah satu orator aksi, Raju (nama samaran), menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap maraknya tindakan represif aparat terhadap massa aksi di berbagai daerah. Ia menilai bahwa pemerintah kini menjadikan militer sebagai alat untuk membungkam suara rakyat yang ingin menyampaikan pendapatnya.
“Kami melihat bahwa militerisme dijadikan alat oleh pemerintah untuk menghadapi massa aksi yang ingin menyuarakan aspirasinya. Militerisme juga menjadi eksekutor untuk membungkam masyarakat yang menuntut haknya,” ujar Raju dalam orasinya.
Selain itu, Raju juga menyoroti masih banyaknya massa aksi yang ditahan akibat keterlibatan mereka dalam demonstrasi sebelumnya. Ia menyampaikan terdapat sekitar 6.000 orang yang ditahan di seluruh Indonesia, dengan sekitar 100 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, di Makassar sendiri terdapat sekitar 50 orang yang masih ditahan hingga kini.
KOMPRESI menuntut agar seluruh tahanan politik dan massa aksi tersebut segera dibebaskan tanpa syarat. Mereka berharap melalui aksi ini, masyarakat dapat bersolidaritas dan mengetahui fakta sebenarnya terkait situasi kebebasan sipil di Indonesia.
Muhammad Ghiyas Gaspah
