Slide-1-AS-Venezuelaa Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Waspadai Harga Minyak dan Stabilitas Ekonomi
sumber: iStockphoto

Makassar, EBS FM Unhas – Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali menjadi perhatian global setelah pemerintah AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) dan membawanya ke AS untuk menjalani proses hukum. Ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Namun, dampaknya terhadap Indonesia dinilai masih terbatas karena nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Venezuela tergolong kecil.

Meski demikian, pemerintah menaruh perhatian pada potensi dampak konflik tersebut terhadap pergerakan harga minyak dunia. Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan pada Senin (5/1/2026) bahwa pemerintah hingga saat ini masih melakukan pemantauan dan belum mengambil langkah antisipasi khusus.

“Itu masih dimonitor karena yang utama berpengaruh pada harga minyak. Tapi harga minyak kalau satu dua hari ini tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi. Harga minyak relatif masih rendah, sekitar US$ 63 per barel,” ujarnya.

Selain melalui pergerakan harga minyak, tekanan terhadap perekonomian Indonesia dinilai lebih berpotensi muncul melalui sentimen global. Eskalasi geopolitik dapat mendorong investor bersikap lebih berhati-hati, memperkuat posisi dolar AS, serta memberikan tekanan terbatas pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski demikian, para ekonom menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan tidak struktural. Konflik antara AS dan Venezuela dinilai tidak menimbulkan guncangan fundamental terhadap perekonomian Indonesia, terutama karena tidak adanya pengaruh langsung melalui jalur perdagangan maupun pasokan energi.

Pemerintah pun diminta tetap menjaga kewaspadaan dengan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kondisi pasar keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Fadiah Nadhilah Irhad