Makassar, EBS FM Unhas — Law and Society Studies Institute Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (LETS Institute FH-UH) telah menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “LETS Go to School” yang dilaksanakan
di SMA Negeri 2 Sidrap, Kamis—Sabtu (4–6/6).

Kegiatan ini mengusung tema “Satu Rupiah, Seribu Harapan: Bangun Benteng Tabungan Lawan Krisis Bangsa” sebagai bentuk respons nyata terhadap permasalahan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya pelajar sekolah menengah atas. Rendahnya pemahaman tersebut dinilai telah mendorong perilaku konsumtif serta kurangnya kesiapan finansial dalam menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sesi utama. Pada Jumat, 5 Juni 2026, penyuluhan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sidrap dengan target 210 peserta dari kalangan pelajar. Pada Sabtu, 6 Juni 2026, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat petani di Kelurahan Rijang Pitu dengan target 40 peserta.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar hukum keuangan, pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini, aspek perlindungan hukum terhadap simpanan di lembaga keuangan, serta pengenalan fitur perbankan modern seperti QRIS dan layanan transfer digital. Pemaparan materi melibatkan narasumber dari kalangan akademisi dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Direktur Eksekutif LETS Institute FH-UH, Nur Ammar Ansar, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam memberikan kontribusi aktif kepada masyarakat melalui advokasi dan edukasi hukum.

“Kami berharap melalui program ini, para pelajar tidak hanya memahami konsep menabung, tetapi juga memiliki kepercayaan dan kesadaran hukum untuk memanfaatkan lembaga keuangan formal yang berizin resmi,” ujar Nur Ammar Ansar.

LETS Institute FH-UH berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan pola pikir generasi muda dari perilaku konsumtif menuju kebiasaan menabung yang konsisten sehingga terbentuk individu yang memiliki ketahanan finansial sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Nabila Fatimah Azzahra