Makassar, EBS FM Unhas — Mahakarya Physiotherapy Scientific Forum (Pisiform) Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk MAPPALEBBI (Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal KWT Desa Belo melalui Standarisasi Pengemasan dan Smart Digital Marketing) di Aula Kantor Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Rabu (1/7). 

Program yang berlangsung pada 30 Juni–5 Juli 2026 ini bertujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Belo melalui peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, serta pengembangan pemasaran berbasis digital guna meningkatkan daya saing produk lokal. 

Harapan terhadap keberlanjutan program ini disampaikan oleh Ketua KWT Anggrek Desa Belo yang diwakili Bendahara KWT, Ibu Juntahera. Ia berharap kolaborasi bersama mahasiswa Unhas dapat mendorong pengembangan produk herbal lokal menjadi lebih inovatif dan bernilai ekonomi tinggi. “Kami berharap melalui kolaborasi ini, kunyit yang selama ini hanya dijual dalam bentuk sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar. Kami juga berharap adanya pendampingan dari adik-adik mahasiswa dapat menambah wawasan, keterampilan, serta semangat anggota KWT dalam mengembangkan usaha berbasis tanaman herbal,” ujarnya.

Melalui pendekatan community empowerment, Mahakarya Pisiform menghadirkan berbagai bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi dan peluncuran program, peluncuran logo produk KWT, pelatihan pembukuan keuangan sederhana, pelatihan standarisasi pengemasan dan branding produk, serta pendampingan pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran. 

Program MAPPALEBBI lahir dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar produk unggulan KWT Desa Belo masih dipasarkan secara konvensional dengan kemasan yang sederhana dan pemanfaatan media digital yang belum optimal. Seluruh kegiatan dirancang agar anggota KWT mampu mengelola usaha secara lebih profesional sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal. 

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dosen pendamping, dan mitra, program ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi Kelompok Wanita Tani Desa Belo.

Melani Pratiwi Palajukan