
Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Desa Rijang Panua melaksanakan program kerja berupa edukasi pengendalian hama tikus sawah melalui demonstrasi pembuatan umpan berbasis singkong yang dilaksanakan oleh Dhea Nur Abbiyah, mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas di rumah Ketua Kelompok Tani Malantange, Bapak Udi, Dusun Tellang-Tellang, RT 03 RW 01, Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (29/1).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan agenda pertemuan kelompok tani dalam rangka penyaluran biaya olah lahan sehingga dihadiri langsung oleh para petani setempat. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan alternatif metode pengendalian tikus yang mudah diterapkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program kerja ini diwujudkan melalui demonstrasi dua metode pembuatan umpan tikus berbahan dasar singkong. Metode pertama berupa campuran singkong segar dengan rodentisida Racumin yang digunakan pada kondisi serangan tikus tinggi karena bekerja lebih cepat. Metode kedua menggunakan singkong yang direbus bersama air kelapa sebagai metode alami yang lebih ramah lingkungan dan dapat diterapkan di area dekat permukiman atau ternak.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN-T Unhas menekankan bahwa penggunaan umpan singkong merupakan metode alternatif yang dapat dipilih petani sesuai dengan kondisi lahan dan tingkat serangan tikus. Demonstrasi juga disertai penjelasan mengenai teknik penempatan umpan, waktu pemasangan yang tepat, serta pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan bahan.
Selain praktik langsung, mahasiswa KKN-T Unhas juga membagikan leaflet panduan pembuatan umpan tikus berbasis singkong kepada para petani. Leaflet tersebut berisi langkah-langkah pembuatan kedua metode, perbandingan fungsi, serta catatan keamanan penggunaan sehingga dapat menjadi pegangan praktis bagi petani saat mengaplikasikannya secara mandiri di lahan masing-masing.
“Kami berharap petani Desa Rijang Panua dapat memiliki tambahan pilihan dalam mengendalikan hama tikus secara lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Dhea Nur Abbiyah.
Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pendekatan edukatif dan aplikatif di tingkat desa.
Fadiah Nadhilah Irhad
