
Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan dua program kerja berbasis digital di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, selama pelaksanaan KKN tahun 2026. Program tersebut meliputi penyusunan Profil Desa Allakuang berbasis website serta digitalisasi informasi wisata melalui pembuatan website barcode panduan wisata. Kedua program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung penyediaan informasi desa yang lebih mudah diakses sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.
Program penyusunan profil desa bertujuan menyediakan media informasi resmi yang memuat gambaran umum Desa Allakuang, struktur pemerintahan, kondisi geografis, data kependudukan, serta berbagai potensi unggulan desa, seperti pengrajin batu, sektor pertanian, peternakan, dan destinasi wisata. Sementara itu, program digitalisasi informasi wisata dikembangkan melalui website yang terhubung dengan barcode (QR Code) sehingga pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai objek wisata, sejarah, daya tarik, fasilitas, lokasi, hingga panduan kunjungan hanya dengan memindai barcode menggunakan telepon pintar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT 115 bekerja sama dengan pemerintah Desa Allakuang dan masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan observasi lapangan, pengumpulan data, wawancara, dokumentasi, serta penyusunan konten yang kemudian diintegrasikan ke dalam website. Untuk mendukung akses informasi wisata, barcode dipasang pada lokasi-lokasi wisata strategis sehingga pengunjung dapat mengakses informasi secara praktis. Melalui kedua program ini, diharapkan masyarakat maupun pihak luar memperoleh informasi desa yang lebih lengkap, akurat, dan mudah diakses melalui media digital.
Sekretaris Desa Allakuang, Suwarni Suparman, S.I.Pust., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT 115 Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan inovasi berbasis digital bagi desa. Menurutnya, website profil desa dan website barcode wisata dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan Desa Allakuang kepada masyarakat luas sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada warga. “Kami berharap website yang telah disusun dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui secara berkala sehingga informasi mengenai Desa Allakuang Selalu tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pihak luar,” ujarnya.
Melalui kedua program kerja tersebut, mahasiswa KKNT 115 Universitas Hasanuddin berharap digitalisasi informasi desa dapat mendukung transparansi informasi, memperkuat identitas Desa Allakuang, serta meningkatkan promosi potensi lokal, khususnya pada sektor wisata, pengrajin batu, pertanian, dan peternakan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan Desa Allakuang sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan media digital untuk mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan