Akademia Makassar, perkemabngan teknologi yang sangat berkembang tentu sangat membantu dalam kehidupan. Namun, jika tidak diimbangi dengan kebijakan dalam menggunakan media sosial dapat melahirkan bentuk-bentuk kekerasan dengan menjadikan teknologi internet sebagai media Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Melihat hal tersebut, Medical Youth Research Club Fakultas Kedokteran telah menyelenggarakan Mini Symposium Part III secara online melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu, (18/09).

Dengan mengangkat tema “How to Say No!: Online Sexues Abuse,” kegiatan ini mengundang dua narasumber yakni Istiana Tajuddin S.Psi., M.si., Psikologi selaku dosen prodi psikologi, fakultas kedokteran Unhas dan Dr. dr. Muji Iswanty, S.H., M.H., Sp. KK, M.Kes, C. Med selaku dosen fakultas hukum Universitas Hadanuddin.

Tujuan diadakannya Mini Symposium Part III agar peserta lebih mengetahui siapa saja yang dapat menjadi korban, bagaimana dampak psikologis yang ditimbulkan dan bagaimana cara korban melaporkan tindak KBGO. Sekadar diketahui, KBGO adalah kekerasan pada seorang yang didasarkan atas seks dan gender melalui dunia maya.

Istiana Tajuddin S.Psi., M.si., mengungkapkan korban dari KBGO bukan hanya perempuan, teteapi laki-laki juga bisa menjadi korban dari KBGO.

“Memang kerentanan perempuan itu jauh lebih tinggi daripada laki-laki. Tapi, tetap saja laki-laki bisa menjadi korban dari KBGO ini. Biasanya juga korban laki-laki ini seakan-akan menjadi pelaku tetapi hanyal orang lain yang menggunakan data diri laki-laki ini,” jelasnya.

Selain itu, Istiana juga mengatakan bahwa korban KBGO akan merasakan dampak atau kerugian finansial.

“Bisa ada dampak dari segi finansial, utamanya orang-orang yang punya pengahasilan melalui dunia maya dikarenakan penggunaan data-datanya yang tidak tepat,” ungkapnya.

(ebsfmunhas/Ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *