Akademia Makassar,Medical Youth Research Club (MYRC) Fakultas Kedokteran (FK) Unhas mengadakan Mini Symposium 2 bertajuk “Dengue Haemorraghic Fever 101: What is it and How to deal with it?” melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut turut menghadirkan dr. Isra Wahid, Ph.D dan dr. Ninny Meutia Pelupessy, Sp.A selaku pembicara, Sabtu (12/6).

dr. Isra menjelaskan bahwa dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi salah satu atau lebih serotipe virus dengue. Infeksi dengue dapat bermanifestasi sebagai demam dengue dengan gejala klinik ringan dan menyerupai penyakit flu biasa, atau dalam bentuk yang lebih berat berupa demam berdarah dengue (DBD). 

“Dalam kenyataannya, infeksi dengue yang lebih dikenal oleh masyarakat adalah DBD yang memberikan manifestasi pendarahan ditandai dengan penurunanan kadar trombosit darah, atau adanya tanda kebocoran plasma berupa peningkatan hematokrit darah,” jelas dr. Isra.

Lebih lanjut, Ia Virus dengue ini mempunyai 4 jenis serotype yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk betina dari spesies Aedes Aegepty dan Aedes Albopictus yang umumnya menggigit pada pagi dan sore hari.

Narasumber lainnya, dr. Ninny Meutia mengatakan bahwa penularan virus dengue dimulai saat nyamuk menghisap darah orang yang terinfeksi. Setelah melewati masa inkubasi ekstrinsik selama 4-7 hari di tubuh nyamuk, virus dengue dapat ditemukan pada cairan ludah nyamuk yang dikeluarkan melalui saluran pada hypofaring saat melakukan gigitan berikutnya.

(ebsfmunhas/Ummul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *