
Makassar, EBS FM Unhas — Beberapa hari terakhir, sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaporkan menerima telepon spam dari nomor-nomor yang tidak dikenal. Pelaku penipuan online atau passobis mengaku bahwa identitas pribadi mahasiswa telah disalahgunakan untuk kepentingan tindak kriminal dan meminta mahasiswa mendatangi kantor polisi.
Modus penipuan ini memanfaatkan penyalahgunaan identitas pribadi mahasiswa untuk tujuan tindak kriminal. Berdasarkan laporan, pelaku memiliki data mahasiswa, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, program studi, hingga alamat rumah. Nomor yang digunakan untuk menelepon berbeda-beda, namun awalan angkanya mirip sehingga menyulitkan pelacakan dan membingungkan para mahasiswa.
Dalam percakapan, pelaku kerap meminta mahasiswa menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nama ibu kandung dengan alasan “memastikan data.” Padahal, informasi tersebut digunakan sebagai bagian dari strategi penipuan untuk memanipulasi mahasiswa lebih lanjut.
Sehubungan dengan hal itu, mahasiswa diimbau untuk tetap waspada. Hindari mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, jangan mudah percaya terhadap ancaman atau klaim palsu, dan tetap berhati-hati karena modus penipuan ini juga dapat memanipulasi suara melalui teknik tertentu untuk menakut-nakuti atau meyakinkan.
Fadiah Nadhilah Irhad