Akademia Makassar, Institut Demokrasi, Hukum, dan HAM Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Insersium FH UH) bersama Komite Anti Kekerasan Seksual Universitas Hasanuddin telah menyelenggarakan Diskusi Virtual Peringatan September Hitam dengan tema “September Hitam: Trauma Tragedi dan Penyintas Perempuan 1965-66” melalui zoom meeting, Senin (27/09).

Kegiatan ini dimulai pukul 20.30 WITA dengan menghadirkan 3 pembicara yaitu Faiz Batara Achdar sebagai perwakilan Komite Anti Kekerasan Seksual, Indria Fernida selaku perwakilan dari Asia Justice and Rights dan Mariani Amiruddin selaku perwakilan dari Komnas Perempuan.

Diskusi ini membahas 3 isu utama yang diawali dengan isu terkait aspek kekerasan seksual oleh Faiz Batara Achdar. Dia menjelaskan bahwa pentingnya diskusi terkait isu ini adalah karena permasalahan yang dialami oleh korban 1965-66 belum selesai, dan hal seperti ini dapat saja terulang kembali. Selain itu, dia menilai bahwa negara seharusnya terbuka terhadap sejarah 1965-66 yang dinilai selama ini belum dibahas secara terang dan jelas.

“Kenapa haru ada diskusi? Karena problem belum selesai, permasalahan seperti ini punya potensi berulang besar, dan kita tidak bisa melihat sejarah secara hitam dan putih, tapi harus dibahas secara objektif dan akademis,” ujarnya.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Mariani Amiruddin yang membahas mengenai upaya pemulihan bagi penyintas sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap pelanggaran HAM berat tahun 1965-66 yang kemudian dilanjutkan oleh Indria Fernida yang membahas tentang suara penyintas kekerasan seksual di tahun 1965-66.

Di awal diskusi digambarkan suara salah satu penyintas melalui video tentang bagaimana dia bertahan hidup dan keluar dari trauma kekerasan yang sempat ia rasakan.

Indria kemudian menambahkan bahwa sebagai kaum muda banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu para penyintas keluar dari trauma dan bertahan hidup. Salah satunya dapat dimulai dengan hal-hal sederhana, misalnya dengan mendampingi dan terlibat langsung dengan para penyintas. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi diskusi.

(ebsfmunhas/Tia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *