Akademia Makassar, Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin telah menggelar program pengabdian masyarakat berupa “Deteksi Status Obesitas dan Pencegahan Obesitas Pada Anak”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 1-2 November di TK Amanah Makassar.

Program pengabdian kepada masyarakatyang terselenggara atas pendanaan dari Hibah Internal Pengabdian Masyarakat Prodi S1 Fisioterapi tersebut, terdiri dari kegiatan penyuluhan bagi para guru dan orang tua mengenai pentingnya pencegahan obesitas pada anak, pelatihan cara deteksi obesitas untuk para guru, serta kegiatan pemeriksaan status obesitas para siswa. Pada anak-anak dan remaja, berat badan lebih dan obesitas meningkat dari 4% pada tahun 1975 menjadi lebih dari 18% di tahun 2016. Pada tahun 2020, terdapat 39 juta anak usia di bawah 5 tahun dengan berat badan lebih dan obesitas. Obesitas anak terkait dengan resiko tinggi obesitas dewasa, kematian dini, dan disabilitas pada masa dewasa. Selain itu, anak dengan obesitas seringkali mengalami kesulitan bernapas, peningkatan resiko fraktur, hipertensi, tanda awal penyakit kardiovaskuler, resistensi insulin dan efek psikologis.

Berdasarkan hal tersebut tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari Rabia, S.Ft., M.Biomed dan Melda Putri, S.Ft., Physio, M.Kes beserta beberapa mahasiswa (Fadilah Farhana, Gita Safitri Nuskin dan Akram Ibnu Syawal) melakukan pemeriksaan, pelatihan dan penyuluhan dengan melibatkan para guru, orang tua siswa serta siswa TK Amanah Makassar.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan kedepannya para Guru dan Orang tua dapat memahami pentingnya pencegahan obesitas anak melalui pendekatan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, perilaku sedenter, dan kualitas tidur anak. Bagi para guru, pelatihan yang diberikan memungkinkan adanya kegiatan pantauan status obesitas siswa untuk dilanjutkan secara mandiri dan berkala di sekolah.

Lebih jauh, sekolah diharapkan dapat mengimplementasikan dan mengintegrasikan pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan di sekolah, misalnya melalui peningkatan waktu untuk siswa melakukan aktivitas fisik di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *