Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah dalam kegiatan U25 Leaders Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sebagai ruang bertemu, berdiskusi, dan menyatukan visi perguruan tinggi PTN-BH. Kegiatan ini berlangsung di Unhas Hotel & Convention, Selasa (28/4), serta diikuti oleh para rektor dari 24 PTN-BH di Indonesia. Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kemandirian institusi sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa menjelaskan bahwa Unhas Hotel & Convention merupakan fasilitas yang dibangun dan dikelola sepenuhnya oleh Unhas. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain untuk berani mengembangkan unit usaha secara mandiri. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian institusi.

“Hotel ini dibangun dan dikelola sepenuhnya oleh Universitas Hasanuddin. Ini sekaligus menjadi contoh bagaimana rektor-rektor lain dapat berani membangun dan mengelola fasilitas serupa di kampusnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengelolaan unit usaha seperti hotel dapat menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi, khususnya PTN-BH, untuk terus berkembang. Ia juga menyoroti pentingnya semangat kolaborasi antarrektor dalam forum U25. Menurutnya, forum ini bukan ajang persaingan, melainkan ruang untuk tumbuh bersama.

“Dengan mengelola unit usaha sendiri, ini menjadi bagian dari semangat untuk mendorong kemandirian perguruan tinggi. Melalui U25, para rektor PTN-BH menunjukkan kekompakan, bukan untuk saling bersaing, tetapi untuk tumbuh bersama. Insyaallah, seluruh anggota U25 dapat masuk 200 besar dunia pada waktunya,” tuturnya.

Ia juga mengajak perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia untuk menunjukkan daya saingnya di tingkat nasional. Menurutnya, semangat berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) perlu terus didorong dalam dunia pendidikan tinggi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan rencana kunjungan peserta forum ke dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Unhas. Ia menjelaskan bahwa Unhas berkomitmen mendukung program BGN (Badan Gizi Nasional) melalui pengembangan SPPG sebagai laboratorium gizi dan kesehatan. Fasilitas ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi program studi terkait.

“Insyaallah, Unhas akan menjadi salah satu universitas yang mendukung program BGN melalui pengembangan SPPG. Kami ingin menghadirkan fasilitas ini sebagai laboratorium gizi sekaligus laboratorium kesehatan anak, termasuk untuk mengawal kualitas air dan makanan,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan SPPG di Unhas dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain. Selain itu, ia juga membuka ruang masukan dari pihak BGN terkait pengelolaan dan pengembangan program tersebut. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat implementasi program gizi dan kesehatan di lingkungan kampus.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta forum di Makassar. Ia juga berharap pertemuan tersebut dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Fadiah Nadhilah Irhad