Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Kuliah Umum Creative Generation yang menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus musisi, Yovie Widianto. Kegiatan ini berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre pada Kamis (23/4) dan diikuti oleh civitas academica Unhas. Dalam kesempatan tersebut, Yovie membagikan perjalanan kariernya di dunia musik serta proses panjang yang ia lalui sejak usia muda.

Yovie menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap musik telah muncul sejak kecil, khususnya saat mulai belajar piano. Namun, minat tersebut sempat mendapat penolakan dari sang ayah yang menginginkan ia fokus pada pendidikan formal. Meski demikian, ketertarikannya terhadap musik terus berkembang, bahkan ia mulai berlatih secara diam-diam saat duduk di bangku SMP dan sempat bermain piano di sebuah hotel di Bandung.

Perjalanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika kemampuannya mulai mendapat perhatian. Sang ayah pun memberikan izin dengan syarat Yovie tetap memprioritaskan pendidikan. Ia kemudian menunjukkan konsistensinya dengan meraih prestasi akademik yang baik hingga melanjutkan studi di Universitas Padjadjaran tanpa tes, sekaligus mulai membiayai pendidikannya sendiri dari hasil bermusik sejak SMA.

“Waktu saya masih SD, ayah saya sempat melarang saya dekat dengan piano karena takut saya jadi musisi. Namun, saya tetap belajar diam-diam hingga akhirnya ayah saya memberi izin dengan syarat tidak meninggalkan pelajaran,” ujar Yovie.

Meski telah menunjukkan hasil nyata, sang ayah masih mengarahkan Yovie untuk memilih jalur karier lain seperti diplomat atau dosen. Namun, Yovie tetap berpegang pada pilihannya di bidang musik dan terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi hingga berhasil meraih penghargaan sebagai Komposer Terbaik dalam ajang Young Star International Festival di Taipei.

Dukungan dari sang ibu menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengungkapkan bahwa sosok ibunya menjadi inspirasi utama dalam menciptakan karya, termasuk lagu-lagu yang dikenal luas oleh masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi titik balik dalam memperkuat keyakinannya untuk terus berkarya di dunia musik.

“Jadi kalau teman-teman mendengar lagu ‘Cantik’, itu inspirasinya bukan karena saya jatuh cinta pada seseorang, tetapi ibu saya lah yang menjadi inspirasi saya waktu itu,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Yovie berhasil membuktikan komitmennya di industri musik Tanah Air. Ia dikenal melalui berbagai karya populer, baik bersama grup musik Kahitna maupun kolaborasi dengan musisi lain seperti Glenn Fredly. Lagu-lagu yang diciptakannya pun mampu dinyanyikan oleh masyarakat luas dan bertahan lintas generasi.

Menutup pemaparannya, Yovie menegaskan bahwa proses berkarya di industri musik tidaklah mudah dan membutuhkan perjalanan panjang. Ia menyebut bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk sahabat dan para penggemar yang terus memberikan doa.

“Menghasilkan banyak penyanyi-penyanyi untuk berkarya tidak mudah, tapi saya punya kasih dari sahabat-sahabat dan doa dari penggemar. Jadi, bukan karena saya semata, tapi karena ada cinta yang besar,” tutupnya.

Fadiah Nadhilah Irhad