Makassar, EBS FM Unhas — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) menggelar dialog publik dan pemaparan visi-misi bakal calon dekan FISIP Unhas periode 2026–2030 di Gedung IPTEKS Unhas, Kamis (16/4). Salah satu bakal calon dekan FISIP Unhas nomor urut tiga, Prof. Tuti Bahfiarti, memaparkan bahwa program yang diusungnya berfokus pada aspek pendidikan, penelitian, dan kemahasiswaan. Ia menegaskan fokusnya adalah menjadikan FISIP unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa visi dan misinya berorientasi pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjawab berbagai tuntutan seperti indikator kinerja utama (IKU), grand matrix, dan zona integritas. Menurutnya, pendekatan ini penting agar kebijakan yang dirancang tidak hanya normatif, tetapi juga implementatif dan terukur.
“Saya menurunkan visi ini menjadi konsep yang berfokus pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari keunggulan pendidikan, riset yang berkualitas, pengabdian kepada masyarakat, hingga manajemen tata kelola serta kewirausahaan dan kemahasiswaan,” ujarnya.
Visi:
“FISIP Berkarakter Humanis, Kolaboratif, Adaptif Digital, dan Berdampak pada Kompetisi Nasional dan Internasional Berbasis Benua Maritim Indonesia.”
Misi:
- Menghasilkan lulusan unggul, berkarakter, dan berdampak.
- Menghasilkan penelitian berkualitas, orisinal, dan berdampak pada kompetisi nasional dan internasional.
- Mengoptimalkan pengabdian kepada masyarakat yang partisipatif dan berorientasi pada solusi berkelanjutan.
- Meningkatkan manajemen tata kelola yang bersifat customer focused.
- Mengembangkan bidang bakat, kewirausahaan mahasiswa, dan alumni.
Selain itu, Prof. Tuti mengungkapkan harapannya untuk dapat menjadi dekan perempuan pertama di FISIP Unhas sebagai bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan yang inklusif. Ia menilai kehadiran perspektif baru penting untuk mendorong inovasi dan keberagaman dalam pengambilan kebijakan.
Pada bidang pendidikan, ia berkomitmen memperkuat implementasi kurikulum yang adaptif, mempertahankan akreditasi nasional dan internasional, serta mendorong dosen aktif dalam seminar nasional dan internasional sebagai bagian dari capaian IKU. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, ia mendorong fasilitasi riset di tingkat fakultas, termasuk dukungan pendanaan bagi dosen pemula. Program pendampingan proposal dan coaching clinic akan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus mendukung pencapaian peringkat global universitas.
Sementara itu, pada bidang kemahasiswaan dan alumni, ia menyoroti penguatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) secara berkelanjutan, pemetaan awal potensi mahasiswa, pelaksanaan tracer study alumni, serta optimalisasi tim untuk meningkatkan capaian dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat Belmawa maupun non-Belmawa. Ia berharap langkah tersebut mampu memperkuat daya saing mahasiswa sekaligus memperluas jejaring alumni.
Fadiah Nadhilah Irhad
