sumber: dokumentasipribadi

Makassar, EBS FM Unhas — Tim Desa Energi Berdikari (DEB) Universitas Hasanuddin melaksanakan pelatihan produksi briket dari limbah pertanian di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sabtu (4/10). Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi desa berbasis energi terbarukan dan merupakan bagian dari program kerja sama dengan Pertamina Foundation. Pelatihan tersebut ditujukan bagi kelompok UMKM Ekobriket yang tengah mengembangkan usaha energi alternatif ramah lingkungan.

Pelatihan ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa agar mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh keterampilan dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi bahan bakar padat atau briket yang bernilai ekonomi.

Pada sesi pelatihan, Tim DEB memandu peserta melalui praktik langsung mulai dari tahap pemilahan dan pengeringan bahan, proses penghancuran dan pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga tahap akhir pengeringan. Peserta juga menerima modul panduan teknis dan manajemen usaha yang disusun untuk memastikan keberlanjutan produksi dan pengelolaan usaha setelah program berakhir.

Selain aspek teknis, pelatihan turut memuat materi strategi kemasan dan pemasaran produk yang dibawakan oleh A. Arya Setiawan Junior. Ia menekankan pentingnya tampilan produk yang menarik serta pemanfaatan media sosial dan platform digital dalam memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.

Pada sesi penutup, Rizki Fauzy menyampaikan materi tentang tata kelola keuangan usaha. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pencatatan arus kas, penghitungan harga jual, hingga strategi perencanaan modal untuk pengembangan jangka pendek dan menengah.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Burhan, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya cara pandang baru terhadap potensi limbah pertanian. Ia menambahkan bahwa biasanya tongkol jagung hanya dibakar atau dibuang, tetapi kini mereka sudah mengetahui cara mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Kepala Desa Bontomanai, Aris, turut hadir dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tim DEB. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah nyata menuju kemandirian energi dan ekonomi desa,” tuturnya.

Muhammad Ghiyas Gaspah