
Makassar, EBS FM Unhas — Sebanyak tujuh personel Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) dikerahkan sejak Sabtu (17/1) untuk terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak dan mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Keterlibatan ini merupakan bagian dari dukungan Unhas terhadap upaya penanganan bencana dan misi kemanusiaan yang dilaksanakan bersama Tim SAR Gabungan.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Tim SAR Unhas difokuskan pada pencarian darat dengan menyusuri kawasan pegunungan dan hutan yang memiliki medan cukup berat serta akses terbatas. Personel membantu proses penyisiran lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat, sekaligus memperkuat upaya evakuasi korban bersama unsur SAR lainnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh kepada Tim SAR Unhas yang terlibat langsung di lokasi.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada Tim SAR Unhas yang sejak awal telah terlibat langsung dalam operasi pencarian. Ini merupakan wujud nyata kepedulian Universitas Hasanuddin terhadap misi kemanusiaan,” ujarnya.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan telah menemukan puing-puing badan pesawat dan mengevakuasi dua orang korban. Sementara itu, pencarian terhadap korban lainnya masih dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan petugas di lapangan.
Adapun personel Tim SAR Unhas yang terlibat dalam operasi tersebut, yaitu:
• Restu Zhacky Mubaraq (SAR 5673725–UH), selaku Komandan Regu (Danru)
• Abdul Rauf Musadat (SAR 4932617–UH)
• Nur Aisyah (SAR 5503423–UH)
• Wulan Fitriani (SAR 5613625–UH)
• Evan Saputra (SAR 5653725–UH)
• Ali Fayyas Suhardi (SAR 5663725–UH)
• Fakhri Hidayat (SAR 5743725–UH)
Nabila Fatimah Azzahra