Akademia Makassar, isu feminisme dan pembahasan terkait standar kecantikan wanita khususnya di Indonesia dewasa ini semakin hangat diperbincangkan di Masyarakat. Tak hanya menyoal tentang kesetaraan gender, dan “keperempuanan” konsep feminisme nyatanya jauh lebih kompleks dari itu dan cakupannya jauh lebih luas.

Banyak sekali orang-orang yang masih salah kaprah atau salah paham dengan feminisme ini. Banyak diantaranya masih keliru dalam menempatkan atau menggunakan kata feminisme dengan asal dan atas kehendaknya tanpa memperhatikan arti sebenarnya dari feminisme itu sendiri. Dan lagi-lagi, standar kecantikan selalu menjadi hal yang ikut terseret dalam pembahasan feminisme.

Berangkat dari hal tersebut, dalam gelaran Anniversary Event pertama, Unhas Career Women telah sukses menyelenggarakan diskusi panel pada Sabtu, (30/10) dengan mengangkat tema “Redefining Femimism And How Beauty Standards Impact The life of Women”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui via Zoom meeting dan dihadiri oleh masyarakat umum/publik.

Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh MC yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi panel dimana materi diskusi dibawakan oleh Ibu Pusparida Syahdan S.sos, M.si (Dosen Universitas Hasanuddin) sebagai pembicara pertama, dan Ni Putu Candradewi, S.H ( Masters student at EWHA Womens University, Korea), sebagai pembicara kedua, serta Marlia Soepeno, S.E, M.PP (Associate Director at Vrienc and Partners Indonesia – Southeast Asia Leading Government Affairs Strategist) sebagai Pembicara ketiga.

Setelah diskusi acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan terakhir ditutup dengan sesi foto bersama.

Dalam diskusi panel ini, pihak Unhas Womens Career berharap agar pengetahuan terhadap pengertian dan manifestasi feminisme dapat terararah dengan benar melalui diskusi dan saling berbagi pemikiran dan pengalaman. Dan agar semua perempuan bisa percaya diri dengan apa yang dimilikinya tanpa harus memikirkan standar kecantikan yang dibuat seolah-olah mengotak-ngotakkan permpuan, dengan melawan stereotipe yang ada di Masyarakat.

(ebsfmunhas/Fur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *