Slide-1-seminar-publik-1024x576 Unhas dan CSIS Gelar Seminar Publik Bahas Dekarbonisasi Industri Baterai dan EV
sumber: dokumentasipribadiebsfmunhas

Makassar, EBS FM Unhas — Departemen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia menggelar seminar publik bertema “Membangun Dekarbonisasi pada Rantai Pasok Industri Baterai dan EV demi Menjaga Daya Saing dan Komitmen Lingkungan Indonesia” di Gedung Ipteks Unhas, Selasa (9/6). Seminar ini menghadirkan Bupati Morowali Utara, Peneliti CSIS Indonesia, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas, serta perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan, dan diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta peserta dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Unhas, Prof. Sumbangan Baja, menyampaikan bahwa isu baterai dan kendaraan listrik menjadi perhatian penting di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, Unhas tidak hanya mendorong pengembangan riset terkait baterai dan kelistrikan melalui berbagai pusat penelitian, tetapi juga terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional di sektor energi.

“Terima kasih kepada CSIS yang bersedia datang untuk bisa berbagi banyak hal tentang baterai, EV, dan isu lingkungan yang saat ini membutuhkan kesadaran global, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas tantangan serta peluang pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat riset, inovasi, dan implementasi kebijakan yang mendukung transisi energi berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, memaparkan materi bertajuk “Membangun Dekarbonisasi pada Rantai Pasok Industri Baterai dan EV demi Menjaga Daya Saing dan Komitmen Lingkungan: Studi Kasus Morowali Utara”. Ia menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta keberlanjutan pembangunan.

Sementara itu, Peneliti CSIS Indonesia, Via Azalia Widiyati, menekankan pentingnya pembangunan rantai pasok yang lebih ramah lingkungan dalam industri baterai dan kendaraan listrik nasional. Ia menilai pengembangan hilirisasi sumber daya mineral perlu diimbangi dengan penggunaan energi yang lebih bersih agar industri kendaraan listrik Indonesia mampu bersaing di pasar global sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Melalui seminar ini, para peserta diajak untuk memahami hubungan antara pengembangan industri kendaraan listrik, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing ekonomi nasional. Seminar ini juga diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan yang dapat mendorong lahirnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

Fadiah Nadhilah Irhad