Makassar, EBS FM Unhas — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (28/4), sebagai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kesempatan itu, Prof. Dadan Hindayana mengapresiasi Rektor Unhas atas inisiatif cepat membangun SPPG yang disebut menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) kawasan Indonesia Timur.
“Alhamdulillah, saya ucapkan selamat kepada Rektor Unhas. Beliau sangat progresif dan inovatif karena langsung mengambil langkah membangun SPPG sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program MBG. Ini menjadi SPPG pertama di PTN-BH wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.
Ia menilai fasilitas SPPG Unhas sudah sangat baik, termasuk sistem pengolahan air dan perangkat pendukung lainnya. Namun, ia menantang Unhas untuk memastikan kemandirian rantai pasok dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program.
Selain itu, ia menilai SPPG di Unhas telah terintegrasi dengan baik dengan ekosistem kampus, mulai dari pengelolaan menu, pengolahan limbah, hingga sistem air. Ia menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam pengembangan teknologi, keamanan pangan, serta inovasi pendukung program MBG.
“Dengan kapasitas teknologi, sumber daya manusia, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi, saya yakin program Makan Bergizi Gratis akan memberikan banyak manfaat, baik dalam pengembangan peralatan, keamanan pangan, pelatihan, maupun bimbingan teknis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini telah terdapat 836 SPPG di Sulawesi Selatan yang melayani sekitar 1,9 juta penerima manfaat atau setara 92 persen cakupan. Ia juga menyebut perputaran dana mencapai sekitar Rp836 miliar per bulan, dengan total sekitar Rp1,9 triliun dalam empat bulan terakhir. Satu SPPG disebut dapat mengelola anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk distribusi bahan pangan seperti beras, sayur, buah, dan susu.
Ia menilai keberadaan SPPG di berbagai daerah menunjukkan penguatan ekosistem program MBG yang semakin luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor pangan. Ke depan, ia berharap model serupa dapat terus diperluas untuk memperkuat ketahanan gizi nasional secara berkelanjutan.
Fadiah Nadhilah Irhad
