Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru yang digelar serentak di seluruh Indonesia, dengan Unhas menjadi salah satu pusat pelaksanaan yang diikuti oleh 18.971 peserta.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Kampus Tamalanrea dan Kampus Gowa, dengan total 15 lokasi dan 43 ruang ujian yang disiapkan. Setiap harinya, ujian berlangsung dalam dua sesi, pagi dan siang, menggunakan sistem berbasis komputer yang dirancang fleksibel, transparan, adil, serta bebas dari konflik kepentingan.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan UTBK merupakan tahap penting dalam menyaring calon mahasiswa berkualitas. Ia menyampaikan komitmen universitas menjaga integritas ujian melalui pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap kecurangan.
“Di sinilah calon pemimpin bangsa disaring. Kami ingin memastikan seluruh peserta mengikuti ujian dengan baik, nyaman, dan terlindungi dari berbagai potensi gangguan maupun kecurangan,” ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, Unhas juga menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pengecekan infrastruktur seperti listrik, jaringan, dan CCTV, hingga penggunaan alat pengacak sinyal guna mencegah kecurangan. Sistem ujian turut diperkuat dengan perangkat khusus serta pembatasan akses perangkat lunak pada komputer yang digunakan peserta.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada peserta disabilitas dengan penyediaan ruang ujian khusus yang mudah diakses. Meski demikian, seluruh peserta tetap mengikuti ujian tanpa pendamping di dalam ruangan untuk menjaga standar keadilan dan mencegah potensi pelanggaran.
Data menunjukkan bahwa minat calon mahasiswa terhadap Unhas terus meningkat. Pada tahun 2026, tercatat sekitar 33.600 pendaftar memilih program studi di Unhas, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kuota penerimaan melalui jalur UTBK mencapai sekitar 5.689 kursi dan masih dapat bertambah sesuai hasil seleksi dari jalur lainnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK ini tidak hanya menjadi proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga mencerminkan standar mutu pendidikan tinggi. Kualitas mahasiswa yang diterima akan berpengaruh pada proses pembelajaran hingga hasil lulusan, sehingga integritas, kejujuran, dan kesiapan sistem menjadi hal yang sangat dijaga.
Dengan sistem yang semakin ketat dan terstruktur, diharapkan proses seleksi UTBK dapat berjalan lancar serta melahirkan calon mahasiswa yang kompeten dan berintegritas untuk masa depan.
M. Rusyaid Ridho
