
Makassar, EBS FM Unhas — Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami enam kali erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 hingga 900 meter di atas puncak, Rabu (7/1/2026). Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.26 WIB dengan kolom letusan setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi kemudian berlanjut pada pukul 00.36 WIB, 05.32 WIB, 05.53 WIB, 06.46 WIB, hingga erupsi terakhir pada pukul 09.37 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, kolom abu teramati setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau setara 4.476 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah utara dan timur laut.
Sepanjang tahun 2026, Magma Indonesia mencatat Gunung Semeru sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi di Jawa Timur, yakni sebanyak 53 kali letusan. Tingginya aktivitas vulkanik ini menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih berada dalam fase aktif yang perlu diwaspadai.
Sebagai langkah antisipasi, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Nabila Fatimah Azzahra
