Kawula17 Goes to School bersama AIESEC in Unhas Bekali Pelajar Makassar Berpikir Kritis Hadapi Isu Krisis Lingkungan

Makassar, EBS FM Unhas β Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (Kawula17) berkolaborasi dengan AIESEC in Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Kawula17 Goes to School (KGTS) 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (9/7). Kegiatan ini diikuti 120 pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan sebagai upaya membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dalam memahami akar persoalan sekaligus merumuskan solusi terhadap berbagai isu lingkungan.
Program ini hadir sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan berpikir kritis pelajar Indonesia serta meningkatnya urgensi berbagai persoalan lingkungan. Melalui lokakarya interaktif berbasis Design Thinking, peserta diperkenalkan pada metode analisis seperti 5 Whys dan How Might We untuk mengidentifikasi penyebab suatu permasalahan, kemudian menyusun rekomendasi aksi yang realistis dan relevan dengan kondisi lingkungan di daerah masing-masing.
Research Fellow Kawula17, Hendra Mulyana, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap isu lingkungan, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar tidak hanya menjadi pengamat, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
βMelalui Kawula17 Goes to School, kami ingin mengenalkan berbagai isu lingkungan yang ada di daerah mereka agar para pelajar lebih sadar dan memahami persoalan yang terjadi di sekitarnya. Kami juga ingin menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak atas lingkungan hidup yang baik dan layak. Karena itu, kegiatan ini juga mendorong pelajar untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang kritis serta mampu berkontribusi dalam mencari solusi bagi daerahnya,β ujar Hendra.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta berdiskusi untuk menyusun gagasan penyelesaian isu lingkungan. Hasil diskusi kemudian diperkaya melalui kunjungan ke interactive booth sejumlah organisasi lingkungan, seperti Satya Bumi, Green Generation Sulawesi Selatan, WALHI Sulawesi Selatan (Green Youth Celebes), LaporIklim, dan Blue Forests. Melalui pendekatan tersebut, pelajar memperoleh wawasan mengenai berbagai isu ekologi sekaligus berdialog langsung dengan para pegiat lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, yang mengapresiasi kolaborasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan bekal pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga mengajak pelajar menjadi agen perubahan dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan pemenuhan ruang terbuka hijau. Lanjutnya, Pemerintah Kota Makassar, siap mendukung berbagai inovasi dan gerakan lingkungan yang diinisiasi oleh kalangan pemuda maupun sekolah.
Makassar menjadi salah satu dari 17 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Melalui kolaborasi ini, Kawula17 dan AIESEC in Unhas berharap dapat melahirkan generasi muda yang berpikir kritis, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu merancang solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Aura Zahra
107.7 FM