Dorong Transisi Adil, Unhas Gelar Seminar Internasional Bahas Percepatan Energi dan Mineral Kritis

Makassar, EBS FM Unhas – Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Percepatan Transisi Energi dan Mineral Kritis yang Berkeadilan di Indonesia” pada Selasa (14/7) di Aula Prof. A. Amiruddin, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Eastern Indonesia International Conference (EIIC) 2026 dan diinisiasi sebagai wadah diskusi lintas sektor guna merespons tantangan global dalam pemanfaatan energi bersih, pengelolaan mineral kritis, serta mendorong kebijakan transisi energi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.
Seminar internasional ini bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan sekaligus membangun kesadaran akademis mengenai pentingnya transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada percepatan pembangunan, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil mineral.
Salah satu akademisi Unhas, Prof. Adi Maulana, menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi pergeseran fokus energi dunia. “Dunia telah melalui era minyak bumi, kemudian gas, dan kini transformasi digital. Ke depan, kita akan memasuki era critical mineral yang tidak bisa dihindari,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan mineral strategis sebagai penopang transisi energi global, khususnya nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena menguasai sekitar 60% cadangan nikel dunia, sehingga memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok energi masa depan.
Diskusi ini menghadirkan berbagai perspektif dari regulator, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga internasional terkait tata kelola mineral kritis dan transisi energi. Selain Prof. Adi Maulana, seminar ini menghadirkan Togu Pardede, S.T., MIDS (Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Bappenas), Yun Lai (Lead Asia Partnership, Global Witness), Ir. Setyawati Yani (Universitas Muslim Indonesia), Prof. Mohamad Ahlis Djirimu (Universitas Tadulako), serta Muhammad Al Amin (Direktur WALHI Sulawesi Selatan). Para narasumber turut membahas peluang dan tantangan hilirisasi mineral kritis, penguatan tata kelola pertambangan, dampak sosial dan lingkungan, serta pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, Unhas bersama para mitra kolaborator berharap gagasan, rekomendasi, dan hasil diskusi yang dihasilkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan transisi energi yang ramah lingkungan, berkeadilan, serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan mineral kritis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Luthfiah Nasir TY. Maidin
107.7 FM