Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pencegahan Kekerasan melalui Peluncuran Buku Saku BADIK di SMA Negeri 14 Gowa

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas), Munziratussaidah, melaksanakan program kerja individu bertajuk Buku Saku BADIK (Bersama Awasi dan Didik Indikasi Kekerasan) di SMA Negeri 14 Gowa, Kabupaten Gowa, Kamis (23/7). Program ini dihadirkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus mencegah maraknya kasus tawuran dan tindak kekerasan yang melibatkan remaja.
Program tersebut diwujudkan melalui peluncuran dan sosialisasi Buku Saku BADIK yang disusun sebagai media edukasi hukum dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Buku saku ini memuat informasi mengenai konsekuensi hukum penyalahgunaan dan kepemilikan senjata tajam, bentuk-bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan remaja, langkah-langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan apabila menemukan atau mengalami tindakan kekerasan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan pemaparan materi secara interaktif kepada para siswa di dalam kelas. Peserta tidak hanya menerima buku saku, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kasus kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial. Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk memahami bahwa hukum berfungsi sebagai instrumen perlindungan sekaligus pedoman dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Munziratussaidah menjelaskan bahwa program ini berangkat dari keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus tawuran dan kekerasan yang melibatkan pelajar. Menurutnya, edukasi hukum sejak dini menjadi langkah preventif yang penting untuk membangun kesadaran generasi muda. “Melalui peluncuran Buku Saku BADIK ini, saya berharap para pelajar semakin memahami konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan maupun penggunaan senjata tajam. Edukasi ini merupakan langkah preventif agar remaja memiliki keberanian untuk mencegah, menolak, dan melaporkan indikasi kekerasan, bukan justru terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, serta membaca isi Buku Saku BADIK yang dibagikan. Respons positif tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan pelajar terhadap edukasi hukum yang dikemas secara praktis dan relevan dengan permasalahan yang mereka hadapi.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap Buku Saku BADIK dapat menjadi media edukasi yang mendorong terbentuknya budaya anti-kekerasan di lingkungan sekolah. Selain meningkatkan literasi hukum, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk menjadi pelopor perdamaian, menghargai sesama, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan bebas dari tawuran maupun berbagai bentuk kekerasan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM